Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) akhirnya memutuskan langkah tegas terhadap Kompol Cosmos Kaju Gae. Dalam sidang yang digelar pada awal September 2025, Cosmos dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) setelah dinilai terbukti melanggar kode etik profesi kepolisian.
Kasus ini mencuat setelah Affan Kurniawan (21 tahun), seorang driver ojek online, meninggal dunia pada 28 Agustus 2025 di kawasan Pejompongan, Jakarta. Peristiwa tragis tersebut memicu kemarahan publik karena diduga ada keterlibatan aparat dalam insiden yang merenggut nyawa Affan.
🔹 Sidang KKEP dan Putusan PTDH
Dalam sidang etik, majelis KKEP menyatakan bahwa Kompol Cosmos terbukti melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan prinsip profesionalisme, akuntabilitas, dan perlindungan Masyarakat.
Majelis menilai tindakannya melanggar kode etik Polri karena:
Dengan pertimbangan tersebut, Kompol Cosmos resmi dipecat dari kepolisian dengan status PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat).
🔹 Reaksi Publik dan Keluarga Korban
Putusan KKEP ini mendapat sorotan luas di masyarakat. Banyak pihak menganggap keputusan PTDH adalah langkah tepat, meski ada pula yang menilai harus ada pertanggungjawaban pidana, bukan hanya etik.
Keluarga Affan Kurniawan berharap kasus ini tidak berhenti pada pemecatan semata. Mereka mendesak agar proses hukum pidana juga dijalankan agar ada rasa keadilan.
Sejumlah komunitas driver ojol pun menyatakan sikap, bahwa mereka akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Solidaritas dari sesama pengemudi terus mengalir melalui aksi damai dan kampanye di media sosial.
🔹 Makna Penting Keputusan Ini
Menurut analisa Cak War, keputusan PTDH terhadap Kompol Cosmos adalah sinyal bahwa Polri tidak bisa lagi main-main soal pelanggaran etika, apalagi yang melibatkan hilangnya nyawa rakyat kecil.
“Rakyat butuh bukti nyata kalau aparat benar-benar bekerja untuk melindungi, bukan malah menindas. Pemecatan ini baru awal, selanjutnya masyarakat menunggu proses hukum yang transparan,” ujar Cak War.
🔹 Harapan Masyarakat
Kasus Affan Kurniawan diharapkan jadi pelajaran penting agar aparat lebih berhati-hati dalam menangani aksi massa dan lebih mengedepankan pendekatan humanis serta dialog.
Masyarakat menuntut agar setiap bentuk kekerasan yang melibatkan aparat segera diusut tuntas, sehingga tidak ada lagi korban jiwa di masa depan.
Kesimpulan
Pemecatan Kompol Cosmos Kaju Gae oleh Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) adalah langkah penting untuk mengembalikan kepercayaan publik. Namun, publik menanti lebih dari sekadar sanksi etik—yaitu proses hukum pidana yang adil dan transparan.
Kematian Affan Kurniawan menjadi pengingat bahwa negara harus berdiri di pihak rakyat, bukan menutup mata terhadap pelanggaran aparat.
Densus 88 Bergerak Cepat! 8 Terduga Teroris JAD Ditangkap di Poso dan Parigi Moutong, Ternyata Rajin Propaganda di Medsos May 6, 2026 Rahmat Yanuar Halo Sobat cakwar.com! Ada kabar terbaru...
Read MoreHakim Ragukan Motif “Dendam Pribadi” Prajurit BAIS TNI dalam Kasus Air Keras Andrie Yunus: Inisiatif Sendiri atau Perintah? May 6, 2026 Rahmat Yanuar Halo Sobat cakwar.com! Dunia hukum militer kita...
Read MoreGugatan Ijazah Jokowi Kembali Bergulir di PN Solo: Antara Obsesi Pembuktian dan Anomali Hukum Perdata May 6, 2026 Rahmat Yanuar Halo Sobat cakwar.com! Pernah nggak sih kamu mendengar ada orang...
Read MoreAmbang Batas Parlemen Mau Naik Jadi 5 Persen? Begini Alasan Pakar Demi Demokrasi yang Lebih “Satset”! May 6, 2026 Rahmat Yanuar Halo Sobat cakwar.com! Pernah nggak sih kamu merasa bingung...
Read MoreKaca Kamera iPhone 14 Plus Retak? Jangan Sepelekan! Ini Risiko dan Solusi Repair Camglass Terbaik di Surabaya May 6, 2026 Rahmat Yanuar Halo Sobat cakwar.com! Pernah nggak sih lo lagi...
Read MoreMacBook Mulai Lemot dan Cepat Panas? Jangan Buru-buru Ganti Baru, Coba Tips “MacBook Hacks” Ini! May 6, 2026 Rahmat Yanuar Halo Sobat cakwar.com! Ingat nggak masa-masa indah pas pertama kali...
Read MoreGanti LCD Tapi True Tone Hilang? Kenali iCopy, Alat Sakti Biar Layar iPhone Tetap Terasa Orisinal! May 4, 2026 Rahmat Yanuar Halo Sobat cakwar.com**! Pernah nggak sih lo atau teman...
Read MoreSang Veteran Masih Gagah! Apakah iPhone 11 Masih Layak Pakai di Tahun 2026 atau Waktunya Masuk Museum? May 4, 2026 Rahmat Yanuar Sobat cakwar.com, pernah nggak sih lo lagi asyik...
Read More
© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions