Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Presiden Prabowo Kelakar Senggol Menteri LH Jumhur Hidayat: Dulu Bolak-Balik Penjara, Sekarang Jadi Menteri!

Halo Sobat cakwar.com! Sering nggak sih lo mendengar anggapan kalau panggung politik itu kaku dan penuh ketegangan? Pemandangan berbeda justru terlihat baru-baru ini. Sebuah momen hangat, penuh haru, sekaligus diselingi tawa segar terjadi saat jajaran petinggi negeri berkumpul di Jawa Timur untuk sebuah agenda yang sangat bersejarah bagi kaum pekerja.

Pada Sabtu (16/5/2026) pagi, perhatian publik tertuju ke Kabupaten Nganjuk. Di sana, suasana khidmat menyelimuti acara peresmian Museum Marsinah dan Rumah Singgah. Agenda ini bukan sekadar seremoni biasa, melainkan tonggak sejarah besar sebagai bentuk penghormatan tertinggi terhadap perjuangan kaum buruh sekaligus mengenang sosok mendiang Marsinah, pejuang hak-hak pekerja yang legendaris.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Acara ini dihadiri langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI, dan Kapolri. Namun, di tengah pidato resminya, ada satu momen unik yang mencuri perhatian penonton ketika Presiden tiba-tiba menyapa dan menyenggol latar belakang salah satu menterinya dengan nada kelakar. Yuk, kita simak cerita lengkapnya!

Candaan Segar Presiden Prabowo untuk Menteri LH Jumhur Hidayat

Saat berdiri di podium untuk memberikan sambutan, Presiden Prabowo Subianto mulai menyapa para pejabat teras yang hadir. Mulai dari Menko Politik dan Keamanan Jenderal TNI Purn. Jamari Caniagou, Mensesneg Prasetyo Hadi, hingga Menlu Sugiono.

Begitu giliran menyapa Menteri Lingkungan Hidup (LH), Jumhur Hidayt, suasana langsung mencair. Pasalnya, Jumhur yang kita kenal juga menjabat sebagai Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (Ketum KSPSI) ini datang dengan pakaian formal, bukan baju lapangan khas buruh.

  • Sapaan Jenaka: “Kok enggak pakai kaus buruh ya?” tanya Presiden Prabowo sambil tersenyum, yang langsung disambut sikap hormat tegak dari Jumhur.
  • Kelakar Masa Lalu: Sambil tertawa kecil, Prabowo kemudian mengungkit rekam jejak digital Jumhur yang dikenal sebagai aktivis militan. “Oh, iya terakhir di penjara bolak-balik masuk penjara sekarang jadi menteri,” seloroh Presiden.
  • Prediksi Masa Depan: Tak sampai di situ, Prabowo menimpali dengan kalimat yang memicu riuh tepuk tangan tamu undangan. “Kita enggak tahu suatu saat dia di atas podium (posisi lebih tinggi). Kita enggak tahu,” imbuhnya.

 

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Baca juga artikel tentang: Nobar Film Dokumenter ‘Pesta Babi’ Sering Dibubarkan, Dandhy Laksono: Disambut Hangat di Kampung-Kampung Papua, Ini Lebih Personal dari Oscar!

Kisah Jumhur Hidayat: Dari Jeruji Besi Menuju Kursi Kabinet

Sobat cakwar.com, apa yang dikatakan Presiden Prabowo di atas podium tersebut bukanlah isapan jempol belaka. Dalam berbagai kesempatan, Jumhur Hidayat memang tidak pernah malu mengakui latar belakang perjalanannya yang sudah dua kali merasakan dinginnya lantai penjara demi membela hak masyarakat kecil.

  1. Penjara Pertama di Era Orde Baru

Pengalaman pahit pertama Jumhur rasakan saat masih duduk di tingkat tiga menuju tingkat empat bangku kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB). Kala itu, ia diringkus aparat karena berani turun ke jalan membela tanah rakyat yang terkena dampak penggusuran masif akibat ekspansi para konglomerat di wilayah Badega, Pulau Panggung, dan Cimacan. Akibat keberaniannya itu, ia harus mendekam di penjara selama 3 tahun.

  1. Penjara Kedua Melawan UU Cipta Kerja

Setelah sempat dipercaya menjadi Kepala BNP2TKI selama tujuh tahun di era Presiden SBY, nasib sial kembali menghampiri Jumhur pada tahun 2021 di era Presiden Jokowi. Ia ditangkap dan dijatuhi hukuman 10 bulan penjara karena memimpin gerakan buruh menolak Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) yang dinilainya berpotensi merusak lingkungan hidup serta mengancam hak tanah ulayat masyarakat adat. Ironis sekaligus magis, kini di era Presiden Prabowo, sang mantan narapidana politik itu justru dipercaya menduduki kursi Menteri Lingkungan Hidup.

Istimewa dan Langka: Museum Buruh Pertama di Dunia

Kembali ke esensi acara, peresmian Museum Marsinah dan Rumah Singgah ini dinilai Presiden Prabowo sebagai sebuah peristiwa yang sangat langka dan memiliki makna ideologis yang besar. Bahkan, ia mengklaim bahwa tempat ini kemungkinan besar menjadi museum pertama di dunia yang secara khusus didedikasikan untuk merekam rekam jejak perjuangan kaum buruh.

“Ini saya kira peristiwa yang langka dan luar biasa. Mungkin di seluruh dunia baru sekarang ada museum buruh,” ungkap Kepala Negara dengan nada bangga.

Prabowo menegaskan, esensi dari berdirinya museum ini bukan sekadar memajang benda mati atau bangunan fisik belaka. Tempat ini didirikan sebagai simbol abadi untuk mengenang keberanian seorang buruh perempuan muda asal Nganjuk yang tewas demi memperjuangkan hak-hak kesejahteraan rekan seprofesinya.

Tempat service Device Terbaik di Surabaya: 

 

Bagi Presiden, sosok Marsinah adalah lambang perjuangan wong cilik, kaum miskin, dan kelompok rentan yang selama ini berada pada posisi lemah di hadapan hukum dan kekuasaan. Peristiwa tragis masa lalu yang menimpa Marsinah harus dijadikan pelajaran mahal agar tidak boleh terulang lagi di masa depan.

Menegakkan Sila Kelima dan Penetapan Pahlawan Nasional

Dalam akhir pidatonya, Presiden Prabowo mengingatkan seluruh aparat negara, termasuk jajaran TNI dan Polri, bahwa mereka pada hakikatnya adalah pelayan rakyat yang digaji oleh uang rakyat untuk melindungi, bukan untuk menindas masyarakat kecil.

Rekomendasi Cakwar.com:  Gaduh Tanggapan Film Pesta Babi: Kapendam Cenderawasih Ingatkan Aturan Sensor LSF, Menko Yusril Pastikan Pemerintah Tak Larang Nobar!

Indonesia didirikan di atas fondasi asas kekeluargaan dan keadilan sosial yang kokoh, sebagaimana yang tertuang dalam sila kelima Pancasila serta Pasal 33 UUD 1945. Oleh sebab itu, pendekatan pembangunan ekonomi dan industri tidak boleh mengorbankan hak-hak dasar kaum pekerja.

Sebagai bentuk penghormatan tertinggi dari negara, Presiden Prabowo mengumumkan bahwa dirinya telah resmi menetapkan mendiang Marsinah sebagai Pahlawan Nasional. Keputusan ini diambil setelah menerima aspirasi dan usulan bulat dari seluruh organisasi buruh di Indonesia. Prosesi kemudian ditutup dengan ketukan palu peresmian secara simbolis menggunakan kalimat basmalah.

Media sosial:

 

Insight dan Solusi Praktis: Mengambil Pelajaran dari Perjuangan Marsinah

Melihat momentum peresmian ini, ada beberapa pelajaran penting dan tips praktis yang bisa kita petik sebagai elemen masyarakat sipil:

  • Pahami Hak dan Kewajiban Pekerja: Bagi lo yang saat ini berstatus sebagai karyawan atau buruh, luangkan waktu untuk membaca UU Ketenagakerjaan. Memahami hak normatif (seperti upah minimum, jam kerja, dan K3) adalah benteng utama menghindari eksploitasi.
  • Gunakan Jalur Dialogis yang Legal: Jika terjadi konflik industrial antara pekerja dan perusahaan, utamakan penyelesaian melalui forum bipartit atau tripartit secara edukatif dan konstruktif sebelum mengambil langkah hukum lanjutan.
  • Edukasi Lewat Sejarah: Sempatkan waktu lo untuk mengunjungi museum sejarah seperti Museum Marsinah ini agar generasi muda tetap memiliki rasa empati terhadap sejarah perjuangan sosial bangsa.

Semoga artikel ini memberikan edukasi bagi pembaca artikel cakwar.com. Mari kita jaga terus semangat keadilan sosial agar buruh sejahtera, pengusaha maju, dan Indonesia makin jaya!

Untuk mendapatkan informasi terbaru dan ulasan menarik lainnya seputar isu sosial, kebijakan publik, dan berita terkini, Anda dapat membaca artikel lainnya di cakwar.com.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions