Akhir Pelarian Bos PT Toshida! Kejagung Jemput Paksa Pemberi Suap Ketua Ombudsman dalam Kasus Korupsi Nikel Sultra

Halo Sobat cakwar.com! Masih ingat dengan kasus panas yang menyeret pimpinan lembaga pengawas negara kita? Ada perkembangan terbaru yang cukup bikin heboh dari gedung Bundar. Kejaksaan Agung (Kejagung) baru saja menunjukkan taringnya dengan menangkap sosok “penyuap” di balik kasus korupsi tata kelola tambang nikel di Sulawesi Tenggara.

Sosok tersebut adalah Direktur Utama PT Toshida Indonesia (THSI), Laode Sinarwan Oda alias LS. Penangkapan ini bukan tanpa drama, karena sang direktur sempat mencoba “main kucing-kucingan” dengan aparat hukum. Namun, pelariannya berakhir setelah tim penyidik melakukan jemput paksa di kediamannya.

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Gimana sih kronologi lengkapnya dan apa hubungannya dengan “surat sakti” yang dikeluarkan oleh Ketua Ombudsman nonaktif, Hery Susanto? Yuk, kita bedah tuntas beritanya dengan gaya santai tapi tetap berisi!

 

Kronologi Jemput Paksa: Kaget Saat Didatangi Penyidik

Sobat Cakwar, penangkapan Laode Sinarwan Oda ini dilakukan pada Selasa (12/5/2026). Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna, mengungkapkan bahwa langkah tegas ini diambil karena Laode dinilai tidak kooperatif. Ia diketahui sudah mangkir sebanyak tiga kali dari panggilan pemeriksaan penyidik.

Alasan mangkirnya pun terkesan klasik: sengaja menghindari proses hukum. Karena sudah melewati batas toleransi, penyidik akhirnya mendatangi rumahnya di kawasan Jakarta Selatan untuk melakukan penjemputan paksa sesuai prosedur yang berlaku.

  • Tanpa Perlawanan: Meski sempat kaget karena didatangi tim penyidik secara mendadak, Laode dilaporkan tidak melakukan perlawanan.
  • Pemeriksaan Maraton: Setelah diamankan, ia langsung digelandang ke Gedung Kejaksaan Agung untuk menjalani pemeriksaan intensif.
  • Status Tersangka: Sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, statusnya resmi dinaikkan menjadi tersangka dan langsung dipakaikan rompi merah muda untuk ditahan selama 20 hari ke depan di Rutan Salemba.

 

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Baca juga artikel tentang: Rifqinizamy Karsayuda “Semprot” Juri LCC MPR Kalbar: Jawaban Benar Malah Disalahkan, Desak Blacklist Juri!

 

Modus Operandi: “Jual Beli” Rekomendasi Senilai Rp1,5 Miliar

Lalu, apa peran Laode dalam pusaran kasus korupsi nikel ini? Ternyata, kasus ini bermula dari masalah yang dihadapi PT Toshida Indonesia terkait penghitungan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) oleh Kementerian Kehutanan (Kemenhut).

Alih-alih menyelesaikan masalah lewat jalur formal yang transparan, perusahaan ini justru menghubungi Hery Susanto (HS) yang saat itu menjabat sebagai Komisioner Ombudsman. Di sinilah praktik lancung terjadi. Diduga ada kesepakatan bawah meja yang melibatkan uang sebesar Rp1,5 miliar.

Sebagai imbalannya, Hery Susanto menerbitkan sebuah “surat rekomendasi khusus”. Surat ini bukan sembarang surat, fungsinya adalah untuk mengoreksi atau bahkan membatalkan kebijakan Kemenhut yang sedang membebani PT THSI. Efeknya? Perusahaan tersebut jadi bisa menghitung sendiri beban yang harus dibayar, sehingga kebijakan pemerintah yang sebelumnya berlaku pun menjadi “ompong” dan batal demi hukum.

 

Ancaman Hukuman dan Dampak Bagi Negara

Tindakan suap-menyuap ini tentu merusak tatanan integritas lembaga negara. Hery Susanto sendiri sudah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka gratifikasi terkait tata kelola tambang nikel periode 2013-2025.

Tempat service Device Terbaik di Surabaya: 

 

Berdasarkan keterangan Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, aliran dana Rp1,5 miliar ini terjadi pada tahun 2025. Akibat perbuatan tersebut, Hery Susanto dijerat dengan:

  • Pasal 12 huruf a dan b tentang suap.
  • Pasal 5 tentang gratifikasi.
  • Pasal 606 KUHP.

Dampaknya bagi negara bukan cuma soal hilangnya potensi pajak, tapi juga rusaknya sistem pengawasan. Ombudsman yang seharusnya menjadi benteng terakhir bagi warga yang mencari keadilan dari maladministrasi, justru disalahgunakan untuk memuluskan kepentingan pengusaha tambang nakal.

 

Rekomendasi Cakwar.com:  Dapur Makan Bergizi Gratis di Jakbar Disidak KSP: Kondisi Tak Standar, Dudung Ancam Tutup Operasional!

 

Insight Penting: Mengapa Kita Harus Peduli?

Kejadian ini menjadi pelajaran besar bagi kita semua, terutama Sobat Cakwar yang peduli akan masa depan sumber daya alam kita. Sulawesi Tenggara adalah salah satu pemilik cadangan nikel terbesar, dan jika tata kelolanya dikorupsi lewat jalur suap, maka rakyatlah yang paling dirugikan karena rusaknya lingkungan dan hilangnya pendapatan negara.

Langkah yang Harus Diambil Pemerintah:

  1. Evaluasi Total SOP Ombudsman: Agar pemberian rekomendasi tidak bersifat subjektif atau bisa “diorder”.
  2. Transparansi PNBP: Sistem penghitungan pajak tambang harus terintegrasi secara digital agar tidak ada celah negosiasi antara pengusaha dan oknum pejabat.
  3. Hukuman Maksimal: Agar ada efek jera bagi pemberi maupun penerima suap di sektor strategis seperti pertambangan.

 

Media sosial:

 

 

Penutup

Penahanan Laode Sinarwan Oda adalah langkah maju bagi Kejagung untuk membongkar tuntas siapa saja yang ikut menikmati “kue” korupsi nikel di Sulawesi Tenggara. Kita harus terus mengawal kasus ini agar keadilan benar-benar tegak tanpa pandang bulu, meski yang terlibat adalah pimpinan lembaga tinggi negara sekalipun.

Semoga artikel ini memberikan edukasi bagi pembaca artikel cakwar.com agar tetap melek informasi hukum dan politik di tanah air.

 

Untuk mendapatkan informasi terbaru dan ulasan menarik lainnya seputar isu sosial, kebijakan publik, dan berita terkini, Anda dapat membaca artikel lainnya di cakwar.com.

 

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions