Rifqinizamy Karsayuda “Semprot” Juri LCC MPR Kalbar: Jawaban Benar Malah Disalahkan, Desak Blacklist Juri!

Halo Sobat cakwar.com! Dunia pendidikan dan politik lagi ramai nih ngebahas soal “ketidakadilan” yang terjadi di atas panggung intelektual. Kali ini, Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, nggak bisa tinggal diam melihat almamaternya, SMA Negeri 1 Pontianak, diperlakukan nggak adil dalam ajang bergengsi.

Masalahnya simpel tapi fatal: dalam Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat, ada sebuah jawaban yang secara konstitusi benar, tapi malah disalahkan oleh dewan juri. Padahal, peserta lain yang ngasih jawaban sama persis justru dibilang benar. Kok bisa ya?

Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya

Rifqinizamy yang geram langsung angkat bicara melalui akun Instagram resminya. Beliau menilai insiden ini bukan cuma soal kalah menang, tapi soal mencederai nilai-nilai konstitusi yang sedang disosialisasikan. Yuk, kita bedah kronologi dan tuntutan keras dari Bang Rifqi ini!

 

Kekecewaan Sang Alumni: Konstitusi Benar, Penilaian Salah

Sebagai alumni SMAN 1 Pontianak, Rifqinizamy merasa harga diri intelektual adik-adik kelasnya sedang dipertaruhkan. Menurutnya, jawaban yang dilontarkan para siswa soal mekanisme pemilihan anggota BPK sudah sangat tepat, baik secara normatif maupun sesuai UUD 1945.

“Adik-adik kami telah memberikan jawaban yang secara konstitusional benar, namun kemudian oleh juri dinyatakan salah,” ujar Rifqinizamy dalam unggahannya pada Selasa (12/5/2026).

Yang bikin nyesek, kontroversi ini makin mencolok karena saat pertanyaan yang sama dilempar ke sekolah lain, jawabannya identik tapi poinnya malah masuk. Ini yang disebut “jawaban sama, nasib berbeda”.

 

Kronologi Drama “Pertimbangan DPD” yang Viral

Buat lo yang ketinggalan info, insiden ini terjadi saat babak final di Pontianak, Sabtu (9/5/2026). Ada tiga sekolah yang lagi adu otak: SMAN 1 Pontianak (Regu C), SMAN 1 Sambas (Regu B), dan SMAN 1 Sanggau (Regu A).

Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya

Baca juga artikel tentang: Kamera Realme GT Master Tiba-tiba Buram? Jangan Panik, Ini Penyebab dan Solusi Jitu Agar Kembali Jernih!

Saat sesi rebutan, juri nanya: DPR dalam memilih anggota BPK wajib memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana?

Regu C (SMAN 1 Pontianak) jawab lengkap: “Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh DPR dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden.”

Eh, juri malah ngasih nilai -5! Pas dilempar ke Regu B (SMAN 1 Sambas), mereka jawab kalimat yang sama persis. Hasilnya? Juri bilang: “Inti jawaban sudah benar, nilai sepuluh.” Sontak, protes keras pun meledak di ruangan lomba.

 

Tuntutan Tegas: Minta Maaf Terbuka dan Blacklist Juri!

Rifqinizamy Karsayuda nggak main-main dalam menyikapi hal ini. Beliau mengaku sudah berkomunikasi langsung dengan biro persidangan MPR RI. Ada dua poin utama yang beliau desak:

  • Permohonan Maaf Terbuka: MPR RI sebagai penanggung jawab kegiatan harus minta maaf kepada publik karena insiden ini mencederai citra lembaga.
  • Blacklist Dewan Juri: Rifqinizamy meminta juri yang bersangkutan jangan dipakai lagi di masa depan. Menurutnya, ini adalah preseden buruk bagi intelektualitas generasi muda.

“Kami meminta kepada MPR RI untuk mem-blacklist juri tersebut. Ini mencederai intelektualitas serta nilai-nilai konstitusionalisme yang kita anut,” tandasnya dengan tegas.

Tempat service Device Terbaik di Surabaya: 

 

Mengapa Kejadian Ini Sangat Disayangkan?

Program LCC Empat Pilar selama ini dianggap sebagai “kawah candradimuka” bagi generasi muda untuk memahami Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Kalau di tingkat final saja penilaiannya subjektif dan nggak akurat, dikhawatirkan semangat anak muda buat belajar konstitusi malah luntur.

Tips Menghadapi Ketidakadilan dalam Lomba:

  1. Tetap Tenang: Sampaikan protes dengan data dan bukti (seperti yang dilakukan Regu C).
  2. Gunakan Media Sosial: Seperti yang terjadi sekarang, viralnya video bisa memicu perhatian pejabat publik untuk membantu meluruskan masalah.
  3. Evaluasi Bersama: Jadikan momen ini sebagai pelajaran bagi penyelenggara untuk menggunakan sistem VAR atau rekaman ulang dalam penilaian cerdas cermat.

 

Rekomendasi Cakwar.com:  Google Pixel 7a Jadi “Setrika Portable”? Ini Penyebab dan Cara Mengatasi Overheat yang Ganggu Banget!

 

Kesimpulan

Kekecewaan Rifqinizamy Karsayuda adalah bentuk pembelaan terhadap kebenaran akademis. Kita berharap pihak MPR RI segera memberikan klarifikasi yang melegakan semua pihak agar semangat berkompetisi siswa di Kalimantan Barat dan seluruh Indonesia tetap terjaga.

Semoga artikel ini memberikan edukasi bagi pembaca artikel cakwar.com agar lebih jeli melihat isu-isu konstitusi di sekitar kita. Jangan sampai kebenaran kalah oleh kelalaian teknis!

Media sosial:

 

Untuk mendapatkan informasi terbaru dan ulasan menarik lainnya seputar isu sosial, kebijakan publik, dan berita terkini, Anda dapat membaca artikel lainnya di cakwar.com.

#TERBARU

#TEKNOLOGI

CakWar.com

Dunia

Politik Internasional

Militer

Acara

Indonesia

Bisnis

Teknologi

Pendidikan

Cuaca

Seni

Ulas Buku

Buku Best Seller

Musik

Film

Televisi

Pop Culture

Theater

Gaya Hidup

Kuliner

Kesehatan

Review Apple Store

Cinta

Liburan

Fashion

Gaya

Opini

Politik Negeri

Review Termpat

Mahasiswa

Demonstrasi

© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions