Halo Sobat cakwar.com! Kasus penyerangan air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, terus bergulir di meja hijau. Dalam persidangan lanjutan di Pengadilan Militer II-08 Jakarta pada Kamis (7/5/2026), suasana jadi makin menarik saat ahli psikologi forensik kenamaan, Reza Indragiri, memberikan keterangannya.
Reza melontarkan sebuah pertanyaan kritis yang cukup menggelitik logika kita: Jika motifnya adalah dendam karena Andrie Yunus sering vokal mengkritik instansi TNI, kenapa dari ratusan ribu prajurit, cuma dua orang ini yang bergerak?
Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya
Pertanyaan ini bukan sekadar iseng, Sob! Ini adalah cara ahli melihat apakah penyerangan tersebut murni emosi pribadi yang meledak atau ada problematika lain yang lebih mendalam. Yuk, kita bedah analisis Reza Indragiri yang membagi cara berpikir kriminal menjadi dua jenis ini!
Teka-teki “Dendam” di Antara Ratusan Ribu Prajurit
Ketua Majelis Hakim, Kolonel Chk Fredy Ferdian Isnartanto, awalnya mengilustrasikan posisi Andrie Yunus yang memang sangat vokal. Mulai dari urusan Judicial Review UU TNI hingga protes keras di hotel saat pembahasan undang-undang. Logikanya, kalau kritik itu dianggap “merongrong”, harusnya banyak yang merasa tersinggung.
Artikel Lainnya:
Namun, Reza Indragiri menyoroti keanehan tersebut. Menurutnya, memahami kenapa hanya dua orang ini yang bertindak memerlukan pemahaman komprehensif tentang profil psikologis mereka. Apakah mereka memiliki pemicu khusus atau ada gangguan dalam kontrol diri mereka?
Reza juga menyinggung konsep Honor Killing atau serangan demi menjaga martabat. Pelaku mungkin merasa ada serangan terhadap “kehormatan” institusi atau latar belakang mereka, meskipun secara fisik tidak ada serangan frontal kepada diri mereka.
Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya
Baca juga artikel tentang: Siapkan CV Kamu! Lowongan Pramugari dan Pramugara Kereta Api Mei 2026 Resmi Dibuka, Ini Cara Daftarnya
Proaktif vs Reaktif: Gaya Berpikir Kriminal Pelaku
Sobat Cakwar, dalam dunia psikologi forensik, ternyata cara berpikir orang jahat itu nggak sama semua. Reza Indragiri membaginya menjadi dua kelompok besar:
Dalam kasus Andrie Yunus, jika benar penyerangan terjadi setelah pelaku mendengar kritik-kritik pedas dari korban, maka ini adalah contoh nyata dari reactive criminal thinking. Pelaku merasa perlu bereaksi atas perbuatan pihak lain (korban) yang menurut persepsi mereka sudah keterlaluan.
Kronologi dan Luka yang Ditinggalkan
Sebagai pengingat bagi pembaca cakwar.com, Andrie Yunus diserang pada Kamis (12/3/2026) tengah malam tepat setelah ia merekam podcast tentang “Remiliterisme” di kantor YLBHI, Menteng. Serangan air keras tersebut mengakibatkan luka bakar hingga 20 persen, bahkan mengenai bagian wajah dan matanya.
Pihak Oditurat Militer melalui Kolonel Chk Andri Wijaya menyatakan bahwa berdasarkan BAP, motif sementara memang murni dendam pribadi. Namun, kesaksian Reza Indragiri di persidangan memberikan perspektif baru bahwa “dendam pribadi” dalam institusi militer adalah fenomena psikologis yang kompleks.
Tempat service Device Terbaik di Surabaya:
Apakah kedua terdakwa ini bertindak spontan karena terbakar emosi, atau ada faktor lain yang membuat mereka merasa menjadi “pahlawan” yang harus menjaga martabat institusinya dengan cara yang salah?
Rekomendasi Cakwar.com: Jejak “Uang Panas” Eks Pejabat Pajak Mohamad Haniv: KPK Bidik Money Changer Hingga Modus Sponsorship Fashion Show
Insight Praktis: Mengapa Kita Harus Paham Psikologi Forensik?
Memahami penjelasan Reza Indragiri membantu kita untuk:
Media sosial:
Kesimpulan: Alat Negara vs Emosi Pribadi
Analisis Reza Indragiri mengingatkan kita semua bahwa setiap individu bertanggung jawab atas tindakannya. Kritik sekeras apa pun dalam demokrasi harusnya dijawab dengan argumen, bukan dengan cairan kimia. Jika benar ini adalah dendam pribadi yang dibungkus rasa kehormatan, maka ada masalah besar dalam cara pelaku memaknai martabat institusinya.
Kita tunggu bagaimana majelis hakim menyusun kepingan fakta ini menjadi sebuah putusan yang adil bagi Andrie Yunus dan menjadi pelajaran bagi seluruh aparat penegak hukum di Indonesia.
Untuk mendapatkan informasi terbaru dan ulasan menarik lainnya seputar isu sosial, kebijakan publik, dan berita terkini, Anda dapat membaca artikel lainnya di cakwar.com.
Pro Kontra TNI Jaga Jaksa di Perpres Baru, Ini Penjelasan Resmi Istana July 15, 2026 Rahmat Yanuar Membahas dinamika politik dalam negeri dan kebijakan pertahanan-keamanan nasional memang tidak pernah ada...
Read MoreBukan Supermarket! Zulhas Luruskan Konsep Koperasi Desa Merah Putih Era Prabowo July 15, 2026 Rahmat Yanuar Pernahkah Anda mendengar tentang program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang belakangan ini ramai...
Read MoreHeboh Isu Proyek Kipas Angin Rp1,8 Triliun di DPR, Menkop Ferry Juliantono Buka Suara! July 15, 2026 Rahmat Yanuar Pernahkah Anda merasa terkejut saat mendengar kabar tentang anggaran proyek pemerintah...
Read MoreSkandal Suap Audit BPK Pemkab Muara Enim Kian Panas, KPK Periksa 5 ASN July 15, 2026 Rahmat Yanuar Mengikuti perkembangan berita terkini mengenai penegakan hukum dan isu kebijakan publik di...
Read MoreMacBook Colok Charger tapi Indikator Diam? Ini 4 Keteledoran Sepele yang Bikin Pengisian Daya Mogok, Atasi Segera di Service Apple Surabaya July 15, 2026 Rahmat Yanuar Tidak ada momen yang...
Read MoreJangan Buru-Buru Transfer! Ini 5 Langkah Krusial Inspeksi iPhone Bekas Biar Enggak Tertipu Unit Rekondisi July 15, 2026 Rahmat Yanuar Membeli iPhone bekas adalah cara cerdas untuk hemat anggaran belanja...
Read MoreColok Charger tapi Malah Diam? Ini 4 Keteledoran Sepele yang Bikin USB-C iPhone 15 Mogok Mengisi Daya July 14, 2026 Rahmat Yanuar Keputusan raksasa teknologi Apple untuk akhirnya beralih menggunakan...
Read MoreBodi Aluminium Serasa Setrikaan? Ini 4 Keteledoran Pengguna yang Bikin MacBook Cepat Panas Menyengat July 14, 2026 Rahmat Yanuar Desain MacBook yang ramping, elegan, dan minimalis memang sangat memikat mata...
Read More
© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions