Skandal besar mengguncang dunia keuangan digital setelah Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) mengumumkan penyitaan aset kripto senilai US$15 miliar dari jaringan penipuan lintas negara. Kasus ini melibatkan “phone farm” — sistem manipulatif yang dijalankan di 30 negara dan dikendalikan oleh tokoh asal Kamboja, Chen Zhi, melalui Prince Holding Group (PHG).
Menurut laporan foxbusiness.com (15/10/2025), jaringan ini menghasilkan hingga US$30 juta per hari dari aktivitas ilegal yang mencakup penipuan investasi kripto, manipulasi data digital, dan pencucian uang berskala global.
Rekomendasi Cak war: iJoe – Apple Service Surabaya, Tempat Service Iphone, iMac, iPad dan iWatch Terpercaya di Surabaya
Jaringan “Phone Farm” yang Menipu Dunia
Istilah phone farm mengacu pada jaringan besar yang terdiri dari ribuan ponsel dan komputer otomatis yang digunakan untuk menjalankan operasi digital — mulai dari klik palsu, penipuan iklan, hingga investasi kripto fiktif.
Dalam kasus ini, penyelidikan DOJ menemukan bahwa jaringan Chen Zhi menggunakan sistem phone farm untuk menjalankan ribuan akun palsu di berbagai platform keuangan dan kripto. Ribuan perangkat terhubung dengan sistem algoritma otomatis untuk menciptakan ilusi aktivitas transaksi yang sah, sehingga menarik investor global agar menanamkan dana mereka.
Chen Zhi, melalui bendera Prince Holding Group (PHG), disebut memanfaatkan hasil dari operasi ilegal ini untuk membiayai ekspansi bisnisnya di Asia Tenggara, termasuk sektor properti dan hiburan.
Bagaimana Skema Penipuan Ini Bekerja
Menurut penyelidik DOJ, jaringan ini beroperasi dengan cara memanipulasi kepercayaan investor melalui platform palsu yang menyerupai bursa kripto resmi. Investor diarahkan untuk mentransfer dana dalam bentuk Bitcoin, Ethereum, dan USDT, yang kemudian dialihkan ke dompet digital rahasia.
Sistem phone farm digunakan untuk mensimulasikan aktivitas pasar palsu — seperti lonjakan harga dan transaksi besar — guna menciptakan kesan bahwa investasi tersebut menguntungkan.
Namun, ketika investor mencoba menarik dana mereka, akses langsung diblokir, dan situs atau aplikasi yang digunakan tiba-tiba menghilang dari jaringan internet. Otoritas mencatat bahwa sebagian besar korban berasal dari Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, dan Eropa Barat.
Price List Service Apple di Surabaya yang rekomended : Pricelist iJoe Apple Service Surabaya
👉 Baca juga artikel tentang Donald Trump Ancam Hentikan Perdagangan dengan China, Harga Kedelai Dunia Bergejolak
Operasi DOJ: Penelusuran Jejak Digital yang Rumit
Departemen Kehakiman AS mengerahkan tim forensik digital, FBI Cyber Division, serta bekerja sama dengan Interpol dan Europol dalam mengusut jaringan global ini.
Melalui pelacakan transaksi di blockchain, tim investigasi berhasil menemukan ratusan dompet kripto yang terkait dengan PHG dan Chen Zhi. Dari penyelidikan tersebut, ditemukan bahwa jaringan ini telah menghasilkan lebih dari US$30 juta per hari, dengan nilai total mencapai US$15 miliar sejak tahun 2022.
Selain penyitaan aset digital, otoritas juga membekukan sejumlah rekening bank, properti mewah, dan aset investasi yang dikaitkan dengan jaringan ini. DOJ menyebutkan bahwa operasi ini merupakan penyitaan kripto terbesar kedua dalam sejarah AS, setelah kasus Silk Road beberapa tahun lalu.
Reaksi Dunia Kripto dan Dampaknya
Kasus ini langsung mengguncang pasar kripto global. Dalam 24 jam setelah pengumuman DOJ, harga Bitcoin sempat turun 3%, sementara beberapa altcoin utama seperti Ethereum dan Solana mengalami penurunan serupa.
Para analis menilai bahwa peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya pengawasan dan regulasi ketat dalam dunia aset digital. “Kasus ini menunjukkan bahwa kejahatan lintas negara dalam bentuk kripto semakin canggih, dan perlu penegakan hukum yang lebih agresif,” ujar analis keuangan dari CoinDesk, Michael Tarrant.
Sementara itu, sejumlah bursa kripto besar seperti Binance dan Coinbase mengeluarkan pernyataan bahwa mereka mendukung penuh upaya DOJ dan berkomitmen memperkuat sistem verifikasi transaksi lintas negara.
Cak War merekomendasikan: Forto – Premium Gadget Repair Service tempat service handphone android terpercaya di surabaya
Chen Zhi dan Prince Holding Group di Bawah Sorotan
Nama Chen Zhi, pengusaha asal Kamboja sekaligus pemimpin Prince Holding Group, kini menjadi sorotan global. Ia dituduh menggunakan jaringan bisnisnya sebagai kedok untuk mencuci uang hasil kejahatan digital.
Meskipun pihak PHG membantah keterlibatan langsung dalam kejahatan tersebut, penyidik menemukan bukti kuat bahwa infrastruktur teknologi dan aset PHG digunakan secara aktif dalam jaringan phone farm. Beberapa aset properti milik perusahaan itu di Phnom Penh juga disegel oleh otoritas setempat atas permintaan pemerintah Amerika Serikat.
📌 Baca juga artikel tentang: Kisah Inspiratif: Petani Modern Asal Madura, Cak Anas yang Sukses di Jepang
Penutup: Waspadai Investasi Kripto Ilegal
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat global, termasuk di Indonesia, untuk lebih berhati-hati dalam berinvestasi di aset digital. Penawaran keuntungan cepat dan platform tanpa izin resmi harus dihindari, karena berpotensi menjadi bagian dari jaringan penipuan seperti ini.
Untuk kamu yang ingin memahami lebih dalam tentang dunia kripto, keamanan investasi digital, dan berita edukatif lainnya, kunjungi Cakwar.com.
Temukan informasi akurat dan inspiratif seputar teknologi, keuangan, dan perkembangan dunia digital terkini.
Napi Korupsi Kok Bisa Nongkrong di Kafe? DPR Sentil Dugaan Kolusi Petugas: “Jangan Sampai Hukum Ompong!” April 16, 2026 Rahmat Yanuar Apa jadinya kalau hukum yang seharusnya bikin jera malah...
Read MoreSejarah Baru Polri! Brigjen Pol Sri Bardiyati Jadi Perempuan Pertama yang Menjabat Kepala BNNP Gorontalo April 16, 2026 Rahmat Yanuar Siapa bilang dunia pemberantasan narkoba hanya milik laki-laki? Baru-baru ini,...
Read MoreLangkah Berani Giorgia Meloni: Italia Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Israel, Trump Langsung Berang! April 16, 2026 Rahmat Yanuar Dunia politik internasional kembali diguncang oleh keputusan tak terduga dari Roma....
Read MoreTitik Terang di Teluk: AS dan Iran Menuju Kesepakatan Damai Sebelum Gencatan Senjata Berakhir! April 16, 2026 Rahmat Yanuar Dunia internasional sedang menahan napas. Kabar terbaru menyebutkan bahwa para negosiator...
Read MoreMau Upgrade Android ke iPhone? Awas Tertipu! Ini Ciri iPhone Asli VS Replika yang Wajib Kamu Tahu April 16, 2026 Rahmat Yanuar Halo Sobat cakwar.com! Pernah nggak sih kamu merasa...
Read MoreRekomendasi Macbook untuk Kuliah Informatika: Biar Mas Hendi ITS Nggak Lemot Sampai Wisuda! April 16, 2026 Rahmat Yanuar Halo pembaca setia cakwar.com! Hari ini spesial banget karena kami akan menjawab...
Read MoreiPhone Sering Lag Setelah Update iOS Terbaru? Jangan Emosi Dulu, Ini Penjelasan Logisnya! April 15, 2026 Rahmat Yanuar Pernah nggak sih kamu merasa kalau iPhone kesayangan yang sudah menemani selama...
Read More10 Alasan Kuat Kenapa Kamu Harus Menunggu iPhone 18 Pro Sebelum Beli iPhone Baru Sekarang! April 15, 2026 Rahmat Yanuar Lagi galau mau checkout iPhone baru di bulan April 2026...
Read More
© 2025 Cak War Company | CW | Contact Us | Accessibility | Work with us | Advertise | T Brand Studio | Your Ad Choices | Privacy Policy | Terms of Service | Terms of Sale | Site Map | Help | Subscriptions